Penulis: Prof. Dr. Chalid Imran Musa, M.Si / Ilma Wulansari Hasdiansa, S.E., M.M. / Wiwin Riski Windarsari, S.E., M.M / Chairunnisaa M. Zenida Huzaen, S.E., M.S.M / Ahmad Rais Habib S, S.E., M.M. / Indah Lestari Anwar, S.E., M.S.M. / Dr. Kristina Parinsi, S.E., M.M. / Dr. Dwi Anugerah Lestari Musa, S.E., M.M.
Editor: Dr. Abdul Rahman, S.Pd., M.Si.
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Tebal: x + 159 hlm
Penerbit: Madrasah Digital Group
ISBN:
Harga: Rp. 62.000-,
Sinopsis
Buku ini membahas konsep dasar ekonomi internasional, yaitu interaksi ekonomi antarnegara yang mencakup perdagangan barang dan jasa, aliran investasi, pergerakan modal, serta mobilitas tenaga kerja. Pertukaran internasional ini pada dasarnya dipicu oleh ketimpangan ketersediaan sumber daya alam, teknologi, tenaga kerja, serta modal di berbagai wilayah. Fenomena perdagangan antarnegara ini dijelaskan melalui berbagai landasan teoritis, mulai dari teori klasik seperti keunggulan absolut dari Adam Smith dan keunggulan komparatif dari David Ricardo, hingga teori modern seperti model Heckscher-Ohlin yang berfokus pada kelimpahan faktor produksi suatu negara.
Dalam praktiknya, setiap negara menerapkan berbagai kebijakan perdagangan internasional yang disesuaikan dengan kepentingan nasionalnya, baik berupa kebijakan proteksionis seperti pengenaan tarif dan kuota untuk melindungi industri dalam negeri, maupun kebijakan liberal untuk membuka akses pasar global. Arus perdagangan ini sangat ditopang oleh sistem pembayaran internasional yang andal, seperti penggunaan instrumen Letter of Credit (L/C) dan optimalisasi peran devisa sebagai alat pembayaran lintas batas. Seluruh transaksi ekonomi dengan pihak luar negeri ini kemudian dicatat secara sistematis di dalam neraca pembayaran internasional, yang di dalamnya mencakup neraca transaksi berjalan serta neraca modal dan keuangan. Selain itu, kelancaran perdagangan juga sangat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar mata uang atau valuta asing, yang berfungsi sebagai alat ukur daya saing ekspor dan indikator stabilitas makroekonomi.
Di sisi lain, perdagangan internasional memiliki kontribusi krusial dalam mendorong pembangunan ekonomi melalui perluasan akses pasar global dan percepatan transfer teknologi, meskipun hal ini turut membawa tantangan berupa ketimpangan ekonomi dan kerentanan akibat ketergantungan pada ekspor komoditas primer. Untuk memastikan agar perdagangan ini berjalan adil dan terarah, dibentuklah berbagai organisasi serta forum kerja sama seperti WTO dan UNCTAD, serta bentuk integrasi regional seperti kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA). Lebih jauh lagi, integrasi ekonomi global ini banyak digerakkan oleh aktivitas Perusahaan Multinasional (MNC) yang melakukan investasi asing langsung (FDI) dan mengelola rantai pasok global, di mana keberadaannya memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perekonomian negara asal maupun negara tuan rumah tempat mereka beroperasi.
